Antropometri | Konsumsi | Klinis | Biokimia | Bio Fisik | Ekologi SV | IPRS | WHO2005
PSG = Penilaian status gizi adalah sebuah metode mendeskripsikan kondisi tubuh sebaai akibat keseimbangan makanan yang dikonsumsi dengan penggunaannya oleh tubuh, yang biasanya dibandingkan dengan suatu nilai nrmatif yag ditetapkan. Dalam PS dibahas berbagai metoda yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan status gizi tersebut.
Dalam penilaian staus gizi dikenal 2 istilah yaitu :
1. Penilaian status gizi dan
2. Pemantauan status gizi
Keduanya sam-sama mendeskripsikan kondisi keseimbangan, namun perbedaan terletak pada frekuensi pengukuran dan interpretasi hasil ukur. PSG dlakukan pada satu titik waktu dan hasil yang didapatkan adalah deskripsi status gizi pada satu kali pengukuran tersebut. PSG biasanya dilakukan untuk mengevaluasi program perbaikan gizi dan dmapak sebuah program. Sementara itu Monitoring status gizi adalah pengukuran status gizi yang dilakukan pada 2 titik waktu atau lebih. Pengamatan diarahkan kepada arah (trend) dari 2 titik waktu tersebut. Perubahan (naik/turun) status gizi menjadi fokus perhatian. Dengan demikian MSG adalah trend dari 2 PSG
Metode PSG bila dikelompokkan terdiri atas :
- PSG untuk perorangan, dan
- PSG untuk kelompok / masyarakat
Dipandang dari segi metode, metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
Metode secara langsung 1. Antropmetri
2. Biokimia
3. Klinis
4. Biofisik
Metode Tidak LAngsung
1. Penilaian Konsumsi
2. Analisis Statistik Vita dan Ekologi
3. Indeks Prognostik Rumah Sakit dan Indeks Diagnostik Rumah Sakit
ANTROPOMETRI
Antropometri berasal dari kata anthropos dan logos (bahasa Yunani), yang berarti tubuh manusia dan ilmu. Artinya PSG dengan metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia. Konsep dasar yang harus dipahami dalam menggunakan antropometri secara antropometri adala konse pertumbuhan
Konsep Dasar Pertumbuhan
Pertumbuhan secara gamblang dapat diartikan terjadinya perubahan sel tubuh dalam 2 bantuk yaitu 1) pertambahan sel dan 2) pembelahan sel, yang secara akumulasi perjadinya perubahan ukuran tubuh. Jadi pada dasarnya menilai status gizi dengan metode antropometri adalah menilai pertumbuhan. Hana saja pertumbuhan dalam pengertian pertambahan sel memiliki batas waktu tertentu. Para pakar antropometri sepakat bawah pada umumnya pertumbuhan manusia dalam arti pertambahan selakan berhenti pada usia 18-20 tahun, walaupun masih dtemukan sebelum 18 pertumbuhan sudah berhenti dan sebaliknya setelah 20 tahun masih ada kemungkinan pertumbuhan masih berjalan
Makhluk hidup, termasuk manusia makan untu memenuhi kebutuhan tubuh. Kebutuhan tubuh akan makanan dapat dideskripakn dari tri fungsi makanan itu sendiri yaitu :
* Sumber Tenaga
* Pertumbuhan
* Pemeliharaan
Sebagai sumber tenaga adalah karbohidrat, lemak dan protein, dalam urutan yang berbeda sebagai sumber energi. Pembakaran 1 gram karbohidrat menghasikan 4,1 kalori, protein 41 kalori dan lemak 9 kalori per gramnya. Namun lemak bukanlah sumber energi utama oleh karena untuk metabolisme lemak dibutuhkan kalori yang lebi tinggi untuk Specifik Dinamyc Action (SDA)nya.
Sebagai sumber zat pembangun adalah Protein, Lemak dan Karbhidrat. Sedangan sebagai sumber zat pengatur adalah vitamin dan mineral.






